Tampilkan postingan dengan label Seputar Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Dakwah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Juni 2021

Ponpes Suryamedar an Nahdliyyah kembali adakan Rutinan Ahad Siang - PPSA News

 Bandung, PPSA News

Libur telah usai libur telah usai...

Itulah sepenggal kalimat lagu anak - anak TK ketika musim liburan telah selesai, namun ini bukanlah sekedar nyanyian belaka karena merupakan pemberitahuan dari KR. Mohamad Arif Nujaba atau biasa disapa Syaikh Arif, beliau selaku pelayan majlis rutinan Ahad Siang Ponpes Suryamedar An Nahdliyyah yang dipimpinnya, "Setelah liburan Idul Fitri 1442 maka Ahad sekarang kita mulai rutinan mingguan lagi, kegiatan tersebut terbuka untuk umum laki - laki dan perempuan, serta wajib mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, membawa seperangkat alat sholat masing - masing dan dawam wudhu, serta jika ada jama'ah yang memiliki gejala covid cukup mengikuti melaui pengeras suara atau media online." tutur Syaikh Arif

Rutinan Ahad Siang ini dimulai setelah menunaikan sholat Dzuhur berjamaah kemudian Tadarusan al Qur'an, Tawashul, Yaasin, Sholawat Thoriqoh, Pengajian kitab al Adzkar dan tambahan sedikit nasehat atau kisah, kemudian ditutup dengan Wirid Khotaman Khowajikan Thoriqoh Naqsyabandiyah 'Aliyah al Haqqani, Syaikh Arif menjelaskan bahwa dulu beliau mendapat ijasah kitab al Adzkar dari Romo KHR. Abdussalam ra. yang merupakan Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah al Kholidiyah, sementara dalam Thoriqoh Naqsyabandiyah al Haqqani beliau mendapat bimbingan dari Pangeursa Mursyid Asy Syaikh KHQ. Ahmad Syahid ra. dan berbai'at kepada Mawalana Syaikh Hisyam Kabbani sebanyak 3 (tiga) kali. 
Rutinan tersebut juga bertujuan dalam rangka terus mengamalkan apa yang telah didapat dari para guru yang telah mendahului menghadap kehadirat Allah SWT. juga sebagai rasa terima kasih kepada para guru. 


Jumat, 04 Juni 2021

Pesantren Suryamedar adakan Rutinan Dzikrulloh setiap Sabtu Kliwon - PPSA News

 Manjahbereum, PPSA News & Channel


Romadhon telah usai, kitapun kembali beraktifitas seperti biasa, tak berbeda dengan kegiatan di Pondok Pesantren Suryamedar an Nahdliyyah (PPSA) yang merupakan salahsatu kegiatan pokok Pesantren Suryamedar yaitu berupa Rutinan Dzikrulloh dan Pengajian Umum yang diselenggarakan setiap hari Sabtu Kliwon dimulai pukul 07.00 hingga pukul 10.00 WIB, berdasarkan penuturan dari KR. Mohamad Arif Nujaba atau yang sering disapa Syaikh Arif selaku pendiri sekaligus Pimpinan Pesantren Suryamedar bahwa rutinan ini diselenggarakan atas dasar tasyakur binikmat, "Dahulu Rasuulullah SAW mengadakan tasyakur dihari kelahirannya dengan berpuasa, kalo saya terkadang agak sulit untuk berpuasa dihari-hari biasa maka diselenggarakanlah acara Dzikrulloh dan Pengajian Umum ini sebagai rasa syukur pada Allah SWT, dan akan saya ajak semua teman dan siapapun yang saya kenal agar senantiasa bisa menghadiri acara ini, harapannya ialah agar kelak kita saling bersaksi dihadapan Allah SWT dengan kesaksian yang baik, contohnya kelak kita (serunya pada jamaah yang hadir. red) akan ditanya "Yaa Syaikh Arif, apakah kamu kenal dengan ibu ini? maka saya akan menjawab "Kenal yaa Rabb, beliau selalu hadir dalam pengajian sabtu kliwonan." mudah-mudahan dengan begini kita saling bersaksi dengan kesaksian yang menjadikan kita masuk kedalam surgaNya."

Pada rutinan yang masih dalam suasana Idul Fitri 1442 H ini Syaikh Arif atasnama pribadi dan keluarga juga menyampaikan permohonan maaf kepada jama'ah serta berharap agar segala ibadah yang telah dilaksanakan selama bulan romadhon betul - betul dapat meningkatkan ketaqwaan pada Allah SWT.

Hadir juga pada kesempatan tersebut al Mukarom Ustadz Ali yang merupakan sahabat Syaikh Arif yang sama - sama memiliki jadwal khotbah di Masjid Baiturrahman Manjahbereum Desa Cileunyi Wetan, beliau dimintai untuk memberikan nasehat khususnya bagi Syaikh Arif juga jamaah yang hadir, adapun nasehat yang beliau sampaikan ialah "Kita harus terus mengingat ingat dua hal, yaitu Al Quran dan Kematian, karena Al Quran merupakan salahsatu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang bila kita membacanya saja mendapat pahala, juga harus senantiasa mengingat  kematian karena setiap yang bernyawa pasti akan mati." 

Sabtu, 28 Maret 2015

Berdagang dan Berdakwah

Rasulullah s.a.w. menyerukan supaya kita berdagang. Anjuran ini garis-garis ketentuannya diperkuat dengan sabda, perbuatan dan taqrirnya.

Dalam beberapa perkataannya yang sangat bijaksana itu kita dapat mendengarkan sebagai berikut:

"Pedagang yang beramanat dan dapat dipercaya, akan bersama orang-orang yang mati syahid nanti di hari kiamat." (Riwayat Ibnu Majah dan al-Hakim)

"Pedagang yang dapat dipercaya dan beramanat, akan bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercaya dan orang-orang yang mati syahid." (Riwayat al-Hakim dan Tarmizi dengan sanad hasan)

Kita tidak heran kalau Rasulullah menyejajarkan kedudukan pedagang yang dapat dipercaya dengan kedudukan seorang mujahid dan orang-orang yang mati syahid di jalan Allah, sebab sebagaimana kita ketahui dalam percaturan hidup, bahwa apa yang disebut jihad bukan hanya terbatas dalam medan perang semata-mata tetapi meliputi lapangan ekonomi juga.

Umat Islam ini kekuatannya adalah berusaha, tanpa usahawan-usahawan yang baik, siapa yang akan membayar zakat, infak dan sedekah, untuk membiayai dakwah ini. Kalau yang berusaha lebih banyak nonmuslim, tentu mereka tidak akan keluarkan zakat. Jadi perlu ditumbuhkan banyak pembayar zakat. Itu juga bagian dari dakwah. Sejarah Rasulullah dimulai dari seorang pengusaha, Siti Khadijah juga pengusaha, dan pada dasarnya Islam datang dari Arab itu bukan dibawa oleh ulama. Islam dibawa oleh para pedagang. Bukan pula para dai yang membawa ajaran Islam ke Indonesia tetapi para pedagang, saudagar.

Kita semua menyadari bahwa tanpa peningkatan pendidikan, umat Islam akan selalu ketinggalan. Pemerintah tentu selalu berusaha meningkatkan pendidikan untuk seluruh bangsa. Apabila kita berbicara seluruh bangsa itu berarti 85% umat Islam yang akan ditingkatkan pendidikannya. Akan tetapi itu belum cukup tanpa partisipasi kita semua khususnya umat Islam. Apalagi upaya-upaya yang lainnya seperti dakwah. Dakwah adalah upaya meningkatkan keimanan, pengetahuan, dan kecintaan kita terhadap Allah SWT.

Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup abadi; Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kami akan mati besok. Begitu untaian bijak yang disinyalir diungkap Sayyidina Ali ibn Abu Thalib RA beberapa abad lalu. Intinya: perimbangan mencari urusan dunia (kerja, usaha, bisnis) dan akhirat (kebaikan, pahala).

Abdurrahman ibn ‘Auf adalah seorang Sahabat Rasulullah SAW yang sangat piawai berdagang. Setiap kali pulang berdagang, pasti membawa keuntungan berlimpah. Masyarakat Madinah menyambut sukacita kedatangan tokoh Sahabat itu.

Suatu ketika, Abdurrahman membawa pulang 700 ekor unta penuh muatan hasil keuntungan berdagang. Tapi Ummul Mukminin Aisyah RA malah terlihat murung seraya menggeleng-gelengkan kepala. Ia berkata mendengar Rasulullah pernah bermimpi melihat Abdurrahman masuk surga dengan cara merangkak.

Mendengar peringatan itu, sontak Abdurrahman segara membagi-bagikan seluruh muatan 700 unta yang dibawanya kepada masyarakat Madinah. Khususnya kalangan yang membutuhkan dan fakir miskin. Pernah pula ia menyerahkan 500 ekor kuda untuk digunakan pasukan kaum muslimin berperang. Di lain waktu ia hibahkan 1500 ekor unta.

Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq, pernah memberikan seluruh kekayaan miliknya hasil berdagang untuk kepentingan perjuangan Islam. Begitupula Umar ibn Khattab, Utsman ibn Affan dan lainnya. Benarlah sabda Rasulullah, “Sungguh beruntung harta dan jabatan yang berada di tangan orang-orang shalih.”

Bagi sebagian kalangan yang berangapan bahwa dakwah dan dagang itu terpisah, artinya kurang pmahaman, kita bisa mngkaji sunnah Rosulullah dimana berdagang itu untuk menopang dakwah, apalagi soal keilmuan dan sumber daya, gak mungkin kia ni ngandelin donasi sdekah jamaah terus, atau minta2 dipinggir jalan dsb kalau semuanya memiliki kesadaran akan hal ini, banyak diantara rekan yg salah menyikapi soal pondok jualan susu, padahal dananya akan dialokasikan untuk operasional pesanren, penghafal Qur'an, larinye juga ke ustadz-ustadz yg begitu banyak, prasarana dst. Malahan kalo diantara jamaah yg ikutan promoin produk pesantran yg udah ketara jelas, ke rekanan lain, Insya Allah ada pahalanya tuh, ikutan majuin dakwah, ikutan andil dalam pergerakan majunya sumber daya Islam di tanah air.